Ahwalul Muslimin Al Yaum (Problematika Ummat Islam Hari Ini)
Tuesday, August 28th, 2007Oleh : Ust. M Ihsan Arliansyah Tanjung
Hudzaifah.org - Tema ini adalah suatu upaya untuk menggambarkan akan keadaan
dunia Islam kontemporer (saat ini) dengan segala kelebihan dan
kekurangan-kekurangannya. Kondisi umat Islam saat ini penuh dengan
kelemahan-kelemahan. Kelemahan-kelemahan itu terkait dengan kapasitas
intelektual dan problematika moral. Kelemahan dalam kapasitas intelektual
(Al Jahlu). Kelemahan umat Islam yang terkait dengan kapasitas intelektual
meliputi:
- Dho’fut Tarbiyah (lemah dalam pendidikan)
Kelemahan dalam aspek pendidikan formal dan informal (pengkaderan) sangat
dirasakan oleh umat Islam masa kini. Jika pendidikan juga pembinaan dan
pengkaderan lemah maka akan mustahil melahirkan anasir-anasir dalam nadhatul
umat (kebangkitan umat).
- Dho’fut Tsaqofah (lemah dalam ilmu pengetahuan)
Dewasa ini sedang sangat pesat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
tetapi umat Islam terasa tertinggal bila dibandingkan umat yang lainnya, ini
disebabkan karena wawasan umat Islam yang sempit dan terbatas juga lemah
dalam mengembangkan ilmu pengetahuan ini disebabkan kemauan umat untuk
menuntut ilmu sangat rendah.
- Dho’fut Takhthith (lemah dalam perencanaan-perencanaan)
Umat Islam sekarang ini tidak memiliki strategi yang jelas. Rencana
perjuangannya penuh dengan misteri. Hal tersebut disebabkan umat Islam tidak
diproduk dari pembinaan-pembinaan yang baik dan tidak memiliki wawasan ilmu
pengetahuan yang memadai.
- Dho’fut Tanjim (lemah dalam pengorganisasian)
Sekarang ini terjadi gerakan-gerakan yang mengibarkan bendera kebathilan,
mereka membangun pengorganisasian yang solid sementara umat Islam lemah
dalam pengorganisasian sehingga kebathilan akan di atas angin sedangkan umat
Islam akan menjadi pihak yang kalah. Sesuai perkataan khalifah Ali ra
"Kebenaran tanpa sistem yang baik akan dikalahkan oleh kebathilan yang
terorganisasi dengan baik".
- Dho’ful Amniyah (lemah dalam keamanan)
Masa kini umat Islam lengah dalam menjaga keamanan diri dan kekayaan baik
moril dan materil sehingga negeri-negeri muslim yang kaya akan sumber daya
alam dirampok oleh negeri-negeri non muslim. Begitu pula dengan Iman, umat
lslam tidak lagi menjaganya tidak ada amniyah pada aqidah dan dibiarkan
serbuan-serbuan aqidah datang tanpa ada proteksi yang memadai.
- Dho’fut Tanfidz (lemah dalam memobilisasi potensi-potensi diri)
Umat Islam dewasa ini tidak menyadari bahwa begitu banyak nikmat-nikmat yang
Allah SWT berikan dan tidak mensyukurinya. Jika umat Islam mersyukuri segala
nikmat Allah dari bentuk syukur itu akan muncul kuatut tanfidz yaitu
kekuatan untuk memobilisir diri dan sekarang umat Islam lemah sekali dalam
memobolisir diri apalagi memobilisir secara kolektifitas.
Kelemahan dalam problematika moral (Maradun Nafs)
Kelemahan-kelemahan dalam problematika moral yang terjadi pada umat Islam
sekarang yaitu:
• Adamus Saja’ah (hilangnya keberanian)
Umat Islam tidak seperti dahulu yang berprinsip laa marhuba illalah (tiada
yang ditakuti selain Allah) sehingga tidak memiliki keberanian seperti
orang-orang terdahulu yakni Rasulullah dan para sahabatnya yang terkenal
pemberani. Sekarang ini umat Islam mengalami penyakit Al Juban (pengecut).
Rasa takut dan berani itu berbanding terbalik sehingga jika seorang umat
Islam takut kepada Allah maka ia akan berani kepada selain Allah tetapi
sebaliknya jika ia takut kepada selain Allah maka ia akan berani menentang
aturan-aturan Allah SWT.
• Adamus Sabat (hilangnya sikap teguh pendirian)
Umat Islam mulai memperlihatkan mudah mengalami penyimpangan-penyimpangan
dan perjalanan hidupnya karena disebabkan oleh :
1. termakan oleh rayuan-rayuan
2. terserang oleh intimidasi atau teror-teror.
Salah satu illutrasi hilangnya sabat (keteguhan) ini adalah prinsif-prinsif
hidup kaum muslimin tidak lagi dipegang hanya sering diucapkan tanpa
dipraktekan. Sebagai contoh Islam mengajarkan kebersihan sebagian dari Iman
tetapi di negari-negeri kaum muslim kondisinya tidak bersih menjadi
pemandangan pada umumnya.
• Adamut Dzikriyah (hilangnya semangat untuk mengingat Allah)
Dalam Islam lupa diri sebab utamanya ialah karena lupa kepad Allah. Umat
Islam dzikirullah-nya lemah maka mereka kehilangan identitas mereka sendiri
sebagai Al Muslimum. Sebagaimana Allah berfirman dalam Qs. Al Hasyr ayat 19
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah
menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang
yang fasik".
• Adamus Sabr (hilangnya kesabaran)
Kesabaran merupakan salah satu pertolongan yang paling pokok bagi
keberhasilan seorang muslim, sesuai firman Allah Qs.2:153 "Hai orang-orang
beriman mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan)
shalat sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar".
Kesabaran meliputi:
1. Ashabru bitha’at (sabar dalam ketaatan)
2. Ashabru indal mushibah (ketaatan ketika tertimpa musibah)
3. Ashabru anil ma’siat (sabar ketika menghadapi maksiat)
Sebagai umat Islam harus memiliki kesabaran ketiganya.
• Adamul Ikhlas (hilangnya makna ikhlas)
Ikhlas tidak identik dengan tulus. Tulus artinya melakukan sesuatu tanpa
perasaan terpaksa padahal bisa saja orang itu ikhlas walaupun ada perasaan
terpaksa. Contohnya pada seseorang yang melakukan shalat subuh yang baru
saja jaga malam sehingga sanat terasa kantuk tetapi karena shalat adalah
suatu kewajiban perintah Allah swt ia tetap mengerjakannya dsb.
• Adamul Iltizam (hilangnya komitmen)
Dewasa ini kaum muslimin kebanyakan tidak istiqomah berkomitmen terhadap
Islam bahkan tidak sepenuhnya sadar bahwa Islam harus menjadi pengikat utama
dalam hidupnya sehingga mereka banyak menggunakan isme-isme yang lain. []
Sumber : pks.or.id